Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sampit menutup kuliah kerja nyata (KKN) internal tahun 2019-2020, Rabu (12/2). Selanjutnya, mahasiswa semester akhir ini akan melaksanakan KKN eksternal dengan terjun ke tiga kecamatan, yakni Kecamatan Baamang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dan Kecamatan Saranau.

Ketua Pelaksana KKN STIE Sampit Ahmad Rudini mengatakan pelaksanaan KKN internal telah telah selesai. Meskipun, belum sepenuhnya dari target terealisasi.

 ”Semoga manfaatnya dapat dirasakan untuk mahasiswa angkatan selanjutnya,” kata Rudini.

Berbagai aksi dilakukan mahasiswa saat KKN internal ini di antaranya pembersihan halaman kampus, mengecat gedung atap dan pagar, dan berbagai kegiatan bakti sosial di lingkungan kampus lainnya.

Selanjutnya, mahasiswa akan dihadapkan dengan KKN eksternal.  Dalam KKN eksternal inilah nantinya semua ilmu yang diperoleh saat perkuliahan diterapkan. Peserta KKN akan terjun ke tiga kecamatan, guna menularkan keahlian manajemen bagi usaha kecil mikro menengah (UMKM) di setiap kecamatan yang ditentukan.

 ”Dengan majunya UMKM di kecamatan maka UMKM di daerah ini akan lebih meningkat lagi,” ungkap Rudini.

Sementara itu Ketua STIE Sampit Thamrin Noor terus memotivasi mahasiswanya yang akan melaksanakan KKN eksternal. Dia mengatakan tantangan dunia kerja dan dunia usaha kini kian berat. Sebab itu dia mengharuskan mahasiswanya harus ekstra kreatif, tak hanya menjadi profesional tapi juga mampu menciptakan lapangan kerja bagi  masyarakat.

 ”Sekarang lapangan kerja susah. Kita harus menjadi pencipta lapangan kerja. Di sekeliling kita masih banyak peluang. Kuatkan mental. Jadi pebisnis tidak perlu malu,” ujar Thamrin membakar semangat mahasiswanya.

Di akhir acara, panitia juga memilih kelompok-kelompok terbaik saat KKN internal. Penentuan kelompok terbaik ini berdasarkan kedisiplinan, kerja sama, serta kemampuan berbaur dengan kelompok lain.

KKN merupakan salah satu syarat wajib bagi mahasiswa semester akhir sebelum melaksanakan tugas akhir. Dalam KKN ini mahasiswa diharuskan mengabdi ke masyarakat dengan menerapkan berbagai ilmu yang diperoleh semasa kuliah.

”KKN ini bentuk pengabdian kami untuk kampus dan masyarakat. Selanjutnya kami masih ‘dihantui’ oleh berbagai tugas berat seperti skripsi dan lain-lainnya. Tapi akan kami lewati semua,” ungkap Muhammad Fadillah salah seorang mahasiswa peserta KKN.(soc/oes)

https://sampit.prokal.co/read/news/27093-kkk-internal-selesai-lanjut-kkn-eksternal-stie-sampit-terjunkan-mahasiswa-ke-tiga-kecamatan.html